Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Memberantas Korupsi dari Diri Sendiri


Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK  merupakan Lembaga Resmi Negara yang dalam fungsinya ditujukan sebagai Pemberantas Korupsi di Indonesia. Sudah ribuan kasus berhasil di ungkap oleh KPK akan tetapi hanya sebagian kasus yang benar-benar selesai dan hanya beberapa koruptor yang bersalah dihukum sesuai peraturan yang berlaku di Indonesia. Dari ribuan kasus yang diungkap namun, baru sebagian yang selesai kasusnya merupakan salah satu kendala dari kinerja KPK. Kendala ini di akibatkan terlalu kompleknya mafia-mafia korupsi yang ada di Indonesia dan tidak sedikit pula kasus Korupsi yang melibatkan petinggi-petinggi suatu instasi pemerintah, seperti Polisi dan Pajak.

Kita lewatkan terlebih dahulu soal Komisi Pemberatasan Korupsi ( KPK ). Kali ini kita akan membahas sebuah tema yaitu "Memberantas Korupsi dari Diri Sendiri". Pemberantasan Korupsi memang harus dimulai dari diri sendiri agar kedepannya kita sudah terlatih dan percaya diri untuk memberantas korupsi dalam masyarakat, organisasi, pekerjaan dan pemerintahan. Oleh karena itu, disinilah pentingnya suatu Pendidikan Anti Korupsi agar masyarakat Indonesia menjadi lebih bijak dan jujur terhadap sesuatu yang bukan menjadi haknya. Pendidikan Anti Korupsi dapat dimulai dari hal yang kecil terlebih dahulu, salah satunya adalah dengan tidak membuang-buang waktu dan berusaha untuk tepat waktu saat ada sebuah janji.


Ya, Orang Indonesia sudah terkenal di Mancanegara sebagai negara dengan penduduk terbanyak dan malas. Sehingga tidak salah kalau ada istilah "Untuk membedakan orang Indonesia dengan Orang Amerika, Cukup dilihat saja bagaimana caranya berjalan. Jika Orang Amerika sedikit berbicara saat berjalan namun, Orang Indonesia banyak bicara saat berjalan sehingga menjadi tidak tepat waktu."
Tepat waktu merupakan salah satu tindakan dari Pendidikan Anti Korupsi. Kita ingat kembali, bahwa korupsi dapat diartikan juga mengambil sesuatu yang bukan hak kita. Sebagai contoh, Amir dan Mira merupakan seorang kenalan yang sudah mengadakan perjanjian untuk bertemu pukul 10.00 WIB di Alun-Alun Banjarnegara. Mereka berdua sudah menyepakati hari, tempat dan waktunya. Namun, pada saat hari H amir datang 15 menit lebih lama dari perjanjian awal sedangkan Mira sudah datang tepat waktu sesuai perjanjian. Nah, tindakan Amir ini dapat disebut sebagai Korupsi Waktu karena telah mengambil waktu yang mejadi haknya Mira.

Mari, mulai sekarang Saya, Anda dan Kita untuk belajar menghargai waktu karena waktu tidak akan kembali lagi. Ingat! Menghargai waktu dan tepat waktu merupakan salah satu Pendidikan Anti Korupsi.
Minggu, 29 September 2013
Posted by Unknown

Dosa Seorang Koruptor

korupsi-itu-haram.blogspot.com

"Korupsi" adalah sebuah kata yang sangat singkat memiliki 7 huruf dan 3 buah huruf vokal. Namun, di balik singkatnya kata "Korupsi" terdapat sebuah dosa yang sangat besar, besarnya dosa korupsi adalah dikalikan dengan banyaknya huruf yang ada di korupsi yaitu tujuh huruf dan dikalikan lagi tiga huruf yang setiap hurufnya bernilai 5. Artinya, dosa yang didapatkan seseorang yang korupsi adalah sangat banyak dan berat. Sebagai contoh " Pegawai Pajak " bernama Bayus Tambunan, Ia korupsi 1,7 Triliun yang sama dengan 1.700.000.000.000. Nah, itu adalah dosa dasar dari Bayus Tambunan yang jumlahnya belum dikalikan 7, dikalikan 5 dan dikalikan 3 secara sistematis dapat ditulis 1.700.000.000.000 x 7 x 5 x 3 = Banyak Sekali!.

Bukan hanya itu Dosa yang didapatkan dari Korupsi. Seorang Koruptor akan mendapatkan Dosa lebih banyak lagi jika uang yang Ia Korupsi adalah uang untuk kepentingan Rakyat, Sosial, Kemiskinan dan lain-lain yang berhubungan dengan Rakyat Indonesia. Hal inilah yang dapat membuat Dosa seorang Koruptor menjadi lebih berat dan banyak, karena Ia telah mengambil hak Orang lain. Padahal dalam semua ajaran agama yang ada di dunia ini, mengambil hak orang lain adalah suatu dosa besar dan akan mendapatkan balasan di dunia dan di akhirat kelak. Seperti dalam Agama Islam terdapat Hadist yang Shahih dan Hadist ini diriwayatkan Oleh Aisyah R.A, berikut bunyi Hadistnya :


Dari ‘Aisyah r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang mengambil hak orang lain walau sejengkal tanah akan dikalungkan hingga tujuh petala bumi.” (Bukhari – Muslim)

Cukuplah kiranya Hadist diatas menjadi contoh dari beberapa Agama yang ada di Dunia ini tentang Larangan mengambil hak Orang lain. 
"Jauhilah KORUPSI, karena KORUPSI tidak akan membuat hidupmu tenang di dunia maupun akhirat"
Pembaca yang Budiman, perlu di ingat bahwa hitung-hitungan Dosa Seorang Koruptor ini adalah sebuah Opini dari Penulis saja. Sesungguhnya Yang Maha Kuasa-lah yang menentukan Dosa Setiap orang yang ada di dunia ini tanpa terkecuali  
Sabtu, 28 September 2013
Posted by Unknown

Popular Post

Diberdayakan oleh Blogger.

- Copyright © Haram Korupsi -Metro Blue- Powered by Blogger - re-Designed by Haris Widodo - Supported by Johanes Djogan -